“Tunjukkan bahwa PGSD itu ada!” pesan dari pembuka acara PORASTER PGSD tahun 2013, Bapak Sukardi.
Selasa (16/4), Yusuf Yuniar Ratus (Ketua Panitia PORASTER) beretorika, “Mari kita buat auditorium terbakar! Terbakar oleh semangat PGSD!”.
Acara pembukaan PORASTER yang berdurasi sekitar 1,5 jam (15.30-17.00 WIB) tersebut memang sudah membakar semangat-semangat penontonnya karena dikemas dengan apik oleh panitia (HIMA). Dimulai dengan beberapa sambutan dan pembukaan inti yang ditandai pemukulan gong oleh Bapak Sukardi dan taburan kertas yang meriah, acara hiburan setelahnya mampu menghipnotis penonton untuk sekadar berteriak kagum. “Acara pembukaannya sudah bagus, namun saya mau mengkritik tentang soundsystem-nya, kurang kedengaran. Tapi acaranya sudah bagus, sudah bikin serak. Kalau acara yang sudah bikin serak itu, berarti acara bagus, hehehe,” kesan Arina Fadhilah (semester 4), salah satu penonton yang hadir dalam acara tersebut. Acara yang merupakan tanda dimulainya PORASTER PGSD 2013 itu mengundang decak kagum ketika diisi oleh beberapa freestyler dari berbagai cabang olah raga, Fery (semester 4) freestyler basket, Saefur dan Pria (semester 2) freestyler voli, dan freestyler sepakbola berbakat dari mahasiswa PPGT. Sebelum pertunjukkan freestyler tersebut, di tengah acara, disematkan ritual perlambang angkatan per-semester yang dibawakan melalui tarian sederhana dan diiringi tim drumblek PGSD dengan beberapa perwakilan, Abdul Ghoni perwakilan semester 2, Ana perwakilan semester 4, Isna perwakilan semester 6, dan Yoyok perwakilan semester 8. “Senang ada acara seperti ini, di tengah kesibukan kuliah. Apalagi pembukaannya sudah meriah seperti ini. Harapannya, bukan hanya pembukaannya saja yang meriah, tapi acara ke depannya di setiap cabang perlombaan dapat terlaksana dengan baik dan meriah. Terus, tadi saya kan perwakilan, soundnya nggak kedengeran. Jadi tidak jelas instruksinya,” ungkap perwakilan semester 2, Abdul Ghoni. Memang, keadaan yang meriah membuat sound system saat itu menjadi kurang efektif, namun semua itu ter-cover-i dengan penampilan memukau dari tim drumblek PGSD di penutupan acara. Penampilan mereka membawakan beberapa lagu, salah satunya mars mahasiswa. Suasana persatuan melekat sekali pada saat itu. Seperti pesan Bapak Sukardi supaya PGSD tampak sampai ke Universitas, tentu harus ada rasa persatuan di antara mahasiswanya. Jangan sampai yang tampak dari PGSD adalah yang “bukan Jaya”-nya. Semoga acara PORASTER ini menjadi salah satu sarana kebersatuan mahasiswa PGSD. /HFR











0 komentar:
Posting Komentar