Semarang-Senin (2/6) Fakultas Ilmu Pendidikan Unnes gelar Seminar Nasional Pendidikan
Inkluasi di Gedung Auditorium Unnes. Seminar nasional tersebut merupakan
rangkaian kegiatan dari Dies Natalis Fakultas Ilmu Pendidikan Unnes ke-49 yang
dibuka pada tanggal 7 Mei, bulan lalu. Seminar yang mengusung tema Inovasi
Pendidikan Inklusi dalam Implementasi Kurikulum 2013 dibuka secara resmi oleh
Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd selaku Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan dengan
memukul gong yang didampingi oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Drs.
Hardjono, M.Pd. dan Ketua BEM Fakultas Ilmu Pendidikan, Amri Alfi. Dalam
seminar nasional tersebut, panitia menghadirkan tiga pembicara, antara lain
Prof. Dr. Muhammad Furqon Hidayatulloh, M.Pd., (Dekan FKIP UNS), Galuh Sukmara
Soejanto, S.Psi., M.A., (Tuna Rungu lulusan S2
La Trobe University, Australia) dan Mukhanif Yasin Yusuf (
Founder Students Activity
Units of Diffable Care UGM) sebagai narasumber yang mendiskusikan
tentang inovasi pendidikan inklusi dalam kurikulum 2013, yang menarik perhatian
dalam seminar tersebut adalah dua pembicara merupakan seorang tuna rungu yang
salah satunya menyampaikan materi seminar dengan bahasa isyarat. “Ini merupakan
seminar unik yang pernah saya ikuti karena narasumber memaparkan materi dengan
bahasa isyarat. Jadi membutuhkan perhatian khusus meskipun sudah disediakan
penterjemah.”, jelas Ayomi salah satu peserta seminar. Seminar Inklusi ditutup
dengan pembacaan simpulan yang salah satunya mengharapkan Unnes dapat menjadi
perintis universitas inklusi di Provinsi Jawa Tengah terutama pada Fakultas
Ilmu Pendidikan dan dilanjutkan dengan persembahan permainan angklung dari
siswa-siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) YBRC Kota Semarang.
0 komentar:
Posting Komentar