Selasa ( 21/01 ), cuaca Kota Semarang akhir – akhir
ini memang kurang bersahabat. Hampir seluruh daerah di Semarang diguyur hujan.
Bukan hanya hujan, tetapi juga diikuti oleh angin kencang. Masyarakat dibuat
susah dengan cuaca seperti ini. Bukan hanya masyarakat umum yang merasakan
dampaknya, namun juga warga kampus Pendidikan Guru Sekolah Dasar ( PGSD )
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang ( FIP Unnes ) Wonosari, Ngaliyan.
Hal ini
terlihat dengan adanya pohon waru yang tumbang di dekat jurang PGSD. Padahal
jika dilihat, pohon ini ukurannya cukup besar. Selain faktor angin kencang, pohon
ini memang terlihat rawan tumbang karena tidak adanya tanaman penguat disekitarnya.
Angin kencang yang arahnya dari barat menyebabkan
pohon tumbang ke arah Kantor PGSD. Meskipun demikian, pohon tumbang ini tidak
mengganggu aktivitas di Kampus PGSD, khususnya bagi mahasiswa semester I, yang
sedang mengikuti kegiatan Diklatsar ( Pendidikan dan Pelatihan Dasar ) dan
Gladi Tangguh KSR ( Korps Sukarela ). Beruntung, kegiatan perkuliahan masih
dalam masa libur semester gasal.
Sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak
lembaga. Menurut Ketua Jurusan PGSD Unnes Ngaliyan, Ibu Hartati, pohon tersebut
memang direncanakan akan segera dibersihkan untuk menyelamatkan pohon mahoni
dan pohon – pohon yang masih kecil disekitarnya. Hal ini sudah merupakan
kesepakatan antara pihak jurusan dan fakultas. Memang, Unnes adalah Universitas
Konservasi, maka wajar apabila segala hal tentang lingkungan di kampus memiliki
aturan dan tatanan tersendiri. ( JP )












0 komentar:
Posting Komentar