Rabu 7 Mei 2013 semalam adalah malam inagurasi yang merupakan puncak kegiatan Poraster (pekan olah raga antar semester) 2013. Acara besutan HIMA PGSD ini dimulai sejak tanggal 16 April dan diisi dengan berbagai macam penampilan luar biasa dari para mahasiswa PGSD antar semester. Ada 12 band favorit dan pemenang P-Faktor PGSD yang ikut serta memeriahkan acara. Selain itu ada juga paduan suara yang memukau dengan menampilkan tiga lagu yakni Gambang Semarang, You Raise Me Up, dan Bis Sekolah.
Acara diawali dengan penampilan para penari yang lemah gemulai mengarak para dosen yang mulai memasuki ruangan. Acara dibuka dengan sambutan Bapak Sukardi selaku pendamping HIMA PGSD, dilanjutkan penampilan dari pemenang P-Faktor tari rancak (semester 2). Dilanjutkan penampilan dari tim paduan suara yang didirigeni oleh Eka, mahasiswi semester 6. Kemudian dilanjutkan penampilan dua band yang masing-masing membawakan satu buah lagu yang mulai menghangatkan suasana malam itu.
Suasana bertambah meriah dengan dibacakannya pengumuman hasil pemenang Poraster oleh pemenang Kartini-Kartono Hida (semester 6) dan Farizqo (semester 2).
Terjadi keunikan pada hasil Poraster tahun ini, pasalnya yang berhak menjadi juara umum adalah semester 4 dan semester 6 karena poin kejuaraannya sama, namun itu tak menjadi masalah karena trofi sudah disediakan dua buah. Annaz Alfarizhy dan Indah Dwi Rizkyana maju ke depan sebagai perwakilan koordinator semester.
Semakin malam euforia inagurasi semakin meriah, semakin ramai yang berdatangan sampai auditorium tak mampu menampung penonton sehingga mengharuskan mereka yang tak mendapat tempat duduk lesehan berdiri berhimpitan di pintu-pintu. Acara semakin mencekam ketika penampilan treatikal (Teater Sandal Jepit ) dengan sundel “santet” dimulai. Lampu dimatikan, kondisi gelap gulita hanya ada percikan cahaya dan iringan musik horor yang terkadang mengagetkan. Para penonton mulai menjerit dan merapat mengamankan diri karena terdapat penampakan pocong yang muncul dari arah samping penonton menuju ke tengah-tengah penonton.
Suasana mencekam tersebut berlangsung selama beberapa menit, tak sedikit penonton yang ketakutan bahkan ada yang menangis.
Beberapa kometar dari penonton seperti halnya Astin mahasiswi semester 4, “Acara inagurasi tahun ini lebih keren, tapi sayang sekarang ada batasan-batasan tiap semester dalam mengikuti ajang penampilan bakatnya, contoh saat P-Faktor tiap semester hanya dibatasi 3 penampilan, dan itu pun ditunjuk secara spontan. Alangkah lebih baiknya jika diadakan audisi massal, dan disaring beberapa untuk tampil di inagurasi, jadi terkesan adil dan tiap mahasiswa berhak ikut berkompetisi ”
About jurnalistik pgsd
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit...











0 komentar:
Posting Komentar