Semarang – Senin, 11 Maret
2013, kantor PGSD dipenuhi oleh mahasiswa yang mencari tandatangan sekretaris
Jurusan PGSD, Fitria Prasetyaningtyas. Beberapa hari ini mahasiswa memang disibukkan dengan pengurusan pengajuan
beasiswa.
Sekretaris Jurusan
mengantikan kewenangan Ketua Jurusan untuk menandatangani transkrip nilai
mahasiswa sebab yang bersangkutan sedang berada di luar kota. Transkrip nilai
mahasiswa ini merupakan salah satu berkas persyaratan untuk pengajuan beasiswa
PPA dan BBM.
Sejumlah mahasiswa
yang tengah memadati ruang tunggu kantor dosen PGSD ini sebagian
besar mengeluhkan mengenai hal tersebut. Mahasiswa yang telah lolos seleksi
tahap 1 selanjutnya dihadapkan untuk melengkapi berkas berkas yang dijadikan
syarat untuk bisa lolos tahap berikutnya. Hanya saja dikarenakan kesibukan sekretaris jurusan dan jauhnya kantor
Pembantu Dekan menjadi salah satu kendala yang dihadapi mahasiswa PGSD. Mahasiswa
PGSD juga diharuskan bolak-balik Ngaliyan-Sekaran untuk mengurus tanda tangan
Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan, Sutaryono, dan Pembantu Dekan Bidang
Akademik, Haryono.
Selain itu, kendala
lain yang juga dihadapi mahasiswa PGSD adalah mengenani format penandatanganan
Transkrip nilai. Banyak sumber yang beredar mengenai format penulisan
penandatanganan ini membingungkan mahasiswa. Bahkan beberapa mahasiswa yang
menemui PD 1 di Sekaran gagal memperoleh tanda tangan dan harus kembali lagi ke
Jurusan dan mengeprint ulang transkrip nilainya karena salah format. Salah satu
mahasiswa angkatan 2011, Atika menuturkan
“ Mengurusnya ribet, seharusnya
diberitahukan dulu format untuk transkrip nilai lalu dipasang di papan
pengumuman, jadi ga bolak-balik ngeprint”. Ditemui ditempat yang
sama, Ely,
mahasiswa yang sedang duduk di semester 6 menambahkan,
“Seharusnya pengumpulan berkas dijadikan satu dan dikoordinir jadi tidak
blok-blokan
atau sendiri sendiri”. Dari banyak
semester 6 yang diwawancarai, sebagian besar menyatakan bahwa dibandingkan dengan tahun yang lalu pengajuan beasiswa tahun ini memang sedikit rumit.
“Kalau dulu tanpa ada format untuk tanda
tangan di transkripnya, langsung ditandatangani Kajur dan di tandatangani juga sama Pak Haryono” tutur mahasiswa
angkatan 2010 yang tahun ini mendapat beasiswa PPA untuk kedua kalinya.
M.A/KWK.











0 komentar:
Posting Komentar