Jumat, 07 September 2012

MELUNASI JANJI KEMERDEKAAN

Filled under: ,



delapan juta kanak – kanak
menghadapi satu jalan panjang
tanpa pilihan
tanpa pepohonan
tanpa dangau persinggahan
tanpa ada bayangan ujungnya
……………………..
Lewat Sajak Sebatang Lisong-nya, W.S. Rendra telah memotret wajah pendidikan di Indonesia. Mungkin seperti itulah nasib anak bangsa yang belum bisa mengenyam pendidikan yang layak dalam rangka menyejahterakan kehidupannya. Pendidikan yang menjadi ujung tombak dalam pembangunan nasional, nyatanya belum dapat merata di seluruh wilayah Indonesia.
Negara ini masih belum bisa menunaikan janji kemerdekaan secara sempurna: mencerdaskan kehidupan bangsa. Hingga kini masih banyak anak bangsa yang masih menunggu terlunasinya janji kemerdekaan itu. Mereka belum mendapat pendidikan yang layak sehingga mereka belum bisa mencapai kehidupan yang yang lebih baik untuk diri dan keluarganya, mereka belum bisa mengangkat kehidupan ekonomi dan sosialnya.
Orang-orang seperti Yohanes Surya yakin betul bahwa sebenarnya banyak anak bangsa yang mempunyai potensi untuk berprestasi, termasuk anak-anak dari daerah terpencil di seluruh pelosok Nusantara. Mereka mempunyai kemampuan yang tak kalah dari siswa di Jakarta atau daerah lain yang maju jika diberi kesempatan yang sama. Maka, tugas negaralah membuka kesempatan itu secara luas, salah satunya dengan pemerataan pendidikan.
Ironis rasanya, ketika sesama saudara masih belum bisa mencapai kehidupan yang lebih baik karena alasan belum mendapat pendidikan yang layak. Maka, ketika janji kemerdekaan itu belum terlunasi hingga seluruhnya, orang-orang yang tidak berpendidikan merupakan dosa orang-orang berpendidikan. Karena pendidikan merupakan hak setiap warga yang harus dipenuhi tanpa kecuali.
Sehingga, kita sebagai bagian dari negara berkewajiban memenuhi hak asasi itu secara utuh. Kita mengemban tugas untuk ikut menunaikan janji kemerdekaan yang telah diikrarkan.  

0 komentar:

Posting Komentar